Recent Updates Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • yagus.darajat10 8:25 pm on 15 September 2010 Permalink | Reply  

    Tugas Cerita Inspirasi II Cerita Pengalaman Orang Lain 

    Marah Rusli, ia lulus dari sekolah dokter hewan, dan kemudian mengabdikan diri di lingkungan disiplin ilmu yang didapatnya di bangku sekolah. Mengarang karya sastra mungkin karena panggilan bakat, sebab ia mulai menulis novel Siti Nurbaya pada tahun 1921 karena mendapat tekanan dari atasannya dalam hubungan kerja yang tidak harmonis. Siti Nurbaya ditlisnya dengan telaten dengan menggunakan aksara arab.
    Sebagai noveliis awal dalam kesusasteraan modern, kendala utamanyayang dihadapi oleh para pengarang adalh adnya pembatasan yang ketat dari pemerintah kolonial belanda. Dalam setiap karangan tak tampak kepribadian pengarngnya dalam penggunaan bahasa, karena isi dan bahasanya sudah dirapikan secaara ketat.
    Ayah Marah Rusli ialah Sutan Abu Bakar, gelar sutan pangeran, bangsawan tinggi di Padang yang masih keturunan lanhsung Sentot Alibasyah, salah seorng panglima perang pangeran Diponegoro. Marah Rusli masuk sekolah dasar di Padang tahun 1897. Setelah lulus ia masuk sekolah Raja di Bukittinggi, dan lulus tahun 1910. Ia langsung masuk Vee Artsen School(sekolah dokter hewan) di Bogor dan lulus tahun 1915, dan langsung ditempatkan di Sumbawa Besar(NTB) sebagai ajung dokter hewan. Tahun 1916 ia menjadi kepala daerah peerhewanan di Bima, 1918 ia dippindahkan ke Bandung, dan pada 1920 ia dipindahkan lagi ke Bogor sebagai asisten dosen dokter hewan Wittkamp. Ia kemudian dipindahkan ke Jakarta pada 1921, dan pada tahun itu ia mengerjakan Siti Nurbaya. Pada 1929-1945 ia menjabat dokter hewan kota praja di Semarang, pad waktu itu ia menemukan suatu penyakit aneh, akan tetapi oleh atasnnya ia tidak diperbolehkan mengadakan riset. Usahanya untuk mendalami peyaki tersebut didukung oleh dua orang dokter di Surabaya yaitu dokter Esset dan Dr. Sitanala. Akan tetapi fasilitas risetnya kemudian dialihkan kepada dokter hewan yang baru datang dari belanda. Hasil risetnya tersebut kini dikenal dengan nama penyakit “lepra bubolorum”
    Pada tahhun 1945 ia bergabung dengan Angkatan Laut Republik Indonesia di tegal, dan mendapat pangkat mayor. Pad tahun 1948 ia mengajar di Sekolah Tinggi Doker Hewan di Klaten( cikal bakal UGM). Tahun 1950 ia kembali ke Semarang, dan pada tahun 1951 pensiun dari dinas dan menetap di Bogor.
    Bogor memiliki arti penting baginya, selain menempuh pendidikan di kota itu, ia juga menemukan jodohnya di kota itu. Adalah Nyai raden Ratna Kencana seorang gadis Bogor yang memincut hatinya, walaupun tidak direstui orang tua kedua belah pihak, peernikahan itu tetap langgeng bahagia.
    Berkat karya satranya yang monumental, khususnya novel siti nurbaya, pada tahun 1969, setahun setelah ia meninggal dunia, Pemeerintah Republik Indonesia membberikan anugerah sastra sebagai hadiah tahunan pemerintah untuk Marah Roesli. Pada tahun 1991 Siti Nurbaya diangkatsebagai sinetron oleh sutradara Dedi Setiadi berdasarkan skenario yang ditulis Asrul Sani.

     
  • yagus.darajat10 8:23 pm on 15 September 2010 Permalink | Reply  

    cerita inspirasi I 

    Hari itu sebuah sore di bulan Desember, beberapa orang siswa terlihat sangat sibuk menyiapkan beberapa berkas penting. Ruangan Bimbingan Konselling yang biasanya lengang beberapa hari ini terlihat penuh sesak, ternyata hari itu merupakan hari-hari terakhir batas pengumpulan seluruh persyaratan Undangan Seleksi Masuk IPB(USMI). Hari itu saya juga ada disana, tentu saja untuk mengurus masalah USMI. Pada awalnya saya sempat ragu untuk mengikuti USMI, hal itu karena nilai-nilai raport saya yang standar-standar saja, bahkan cenderung kecil. Apalagi beberapa hari sebelumnya, ketika pertama kali saya mengutarakan niat saya untuk mngikkuti USMI kepada salah seorang guru BK, setelah dia mengamati nilai-nilai saya, dia pun menyarankan kepada saya untuk membatallkan niat saya untuk mengikuti USMI, daripada ntar kecewa? Katanya. Awalnya saya sempat drop, saya bimbang, tidak tahu apa yang mesti dilakukan. Akan tetapi beberapa orang teman saya meyakinkan saya untuk mencoba, ya kalau misalkan udah rizkinya mah pasti masuk! Ujar teman-teman saya. Apalagi setelah saya berkonsultasi dengan kedua orang tua saya, mereka benar-benar meyakinkan saya untuk mencobanya. Kepercayyaan diri saya mulai bangkit, saya mulai kembali menyusun semua berkas persyaratan yang diperlukan. Jika orang lain memiliki berkas begitu banyaknya( persyaratan wajib ditambah piagam-pigam penghargaan), berbeda dengan saya yang hanya memiliki berkas yang bisa dibilang sangat sedikit, bahkan saya tidak memiliki pigam apapun. Akhirnya keputusan saya pun sudah bulat, saya mamantapkan tekad untuk tetap mengikuti USMI, apapun yang nanti akan terjadi nantinya, saya insyaallah siap. Hari itu seebuah sore di bulan Desember, saya akhirnya mengumpulkan seluruh berkas persyaratan, dengan keyakinan yang cukup, seluruh berkas saya serahkan kepada guru BK untuk diolah, semua uang administrasi saya lunasi, dan akhirya saya pun hanya tinggal harap-harap cemas menunggu hari pengumuman itu tiba. Tidak terasa hari-hari begitu cepat berlalu, ketika ujian nasional tinggal menghitung hari, saya juga masih harus tegang menunggu pengumuman USMI. Sore itu, akhir bulan Januari, terasa seperti hari-hari sebelumnya, tidak ada yang istimewa. Hari itu seperti biasa, setelah jam tambahan, saya langsung beranjak pulang. Malam sebelumnya saya sempat bermimpi menangkap ikan, dan menurut kedua orang tua saya, biasanya setelah bermimpi seperti itu, kita akan mendapat rezeki, aneh memang. Akan tetapi siapa sangka, sore itu ketika saya masih menikmati pejalanan dai sekolah menuju rumah, tiba-tiba saja telpon genggam saya bergetar, sejenak saya tertegun, saya lirik telpon genggam saya, ternyata ada sebuah pesan dari teman saya, saya buka pesan tersebut. Alangkah kagetnya setelah saya baca pesan tersebut, isi pesan tersebut adalah “gus, selamat ya, kamu diterima di ipb!”. saya sangat kaget, tau darimana dia? Saya sendiri belum mengetahuinya? Ternyata setelah saya tanyakan, dia mengetahuinya setelah melihat pengumuman di ruang BK. Dan ternyata guru BK pun sudsh menghubungi kedu orsng tus saya. Setelah itu, saya sangat bersyukur, ternyata hal yang terlihat mustahil pun bisa menjadi hal yang mungkin terjadi di tangan Allah SWT.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel